Pagi itu hawa terasa menusuk tulang. Erin Bugis, sang primadona desa, sedang beristirahat di balkonnya. Jejaka rambutnya melambai-lambai tertiup angin.
Ia nampak begitu menawan dengan raut wajahnya yang penuh rahasia. Entah apa yang ada di pikirannya, pandangannya penuh arti.
Secara mendadak, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Erin mengambil ponselnya dengan penasaran.
Isi pesan itu membuatnya terkejut. Mimik mukanya berganti putih pasi. Tak mampu ia percaya dengan apa yang baru saja dia baca.
Sebuah video telah viral di internet. Video itu mempertontonkan sosok yang sangat mirip dengannya. Degupnya kian cepat. Ia tahu ini akan menjadi masalah besar, Erin Bugis viral.
Ia mencoba menenangkan diri, menyelidiki darimana video itu berasal. Apakah ini buatan? Mungkinkah ada yang berniat merugikannya? Benaknya kacau balau.
Saat malam tiba, Dia mencoba mengusir segala beban pikirannya. Membuka gawai dan melihat medsos sekadar mencari kesenangan. Namun apa yang ia temukan justru semakin membuatnya terpuruk.
Banyak caci maki membanjiri media sosialnya. Dirinya merasa terpojok. Dunia seperti menentangnya.
Di tengah kegalauannya, Erin menemukan potret diri masa lalu. Potret itu menunjukkan dirinya saat masih polos. Air matanya menetes. Rasa rindu masa silam menyelubungi hatinya.
Sementara itu, lelaki disebut Boi sibuk menonton rekaman-rekaman populer. Ia tidak tahu kalau video Erin Bugis jadi perbincangan. Fokusnya tertuju pada rekaman kocak tentang orang-orang yang terjatuh.
Selanjutnya, ia melihat informasi tentang wanita bernama Patricia. Boi terkejut saat melihat foto yang terlihat. Wajah wanita itu sangat mirip dengan Erin. Otaknya mulai merangkai sebuah alur.
Dia teringat sebuah rumor perihal sebuah skandal yang terkait seorang apoteker. Apakah Patricia dan Erin Bugis adalah orang yang sama? Rasa ingin tahu menyelimutinya.
Ia terus menggali data. Ia menemukan sejumlah potret serta video yang lebih yang berhubungan dengan Patricia. Semakin ia mencari, semakin nyata bahwa Patricia dan Erin adalah orang yang sama.
Ia terdiam. Ada apa gerangan? Mengapa seorang apoteker terlibat dalam kasus semacam ini? Otaknya kembali berputar. Dia merasa ada yang yang tidak beres.
Boi bertekad untuk menemukan kebenaran. Ia tidak bisa membiarkan masalah ini begitu saja. Hasratnya mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Dia ingin mengungkap kebenaran di balik semua video viral Erin Bugis.
Boi mulai menginvestigasi setiap clue. Ia mencari informasi di internet. Boi mencoba mengontak pihak-pihak yang mungkin terhubung dengan Erin Bugis. Setiap langkah ia kerjakan dengan teliti.
Di tengah penyelidikan ini, ia menemukan bahwa ada indikasi terlibatnya beberapa orang lain. Bukan hanya Erin Bugis saja yang terlibat dalam skandal ini. Ada lebih banyak pihak yang ikut campur.
Dia semakin percaya kalau dia harus menguak semua kebenaran peristiwa yang tersembunyi. Ia tidak ingin ada korban selain Erin. Misinya menjadi semakin jelas. Boi ingin menolong Erin Bugis membersihkan namanya yang tercoreng.
Dengan tekad yang bulat, Boi terus melanjutkan penelusurannya. Dia tahu kalau ini tidak bakal gampang. Tetapi, ia tidak mau menyerah. Kebenaran harus terungkap. Dan. Dia siap menghadapi rintangan rintangan. 