Di satu waktu yang sepi, seseorang wanita berhijab Melayu meresakan hasrat dalam dirinya. Keinginannya untuk memuaskan birahi membara.
Dia memulai menyentuh dirinya penuh nafsu, membayangkan tiap rabaan menghantar kelezatan yang tidak terhingga. Mukanya merah padam terbakar api gairah.
Tangannya rampingnya bergerak lincah, menjelajahi setiap lekuk badannya yang penuh nafsu. Nafasnya mulai terdengar kian terang, menunjukkan bahwa ia semakin terbuai dalam puncak gairah.
Dia memejamkan mata, membiarkan tiap sensasi mengalir ke seluruh badannya. Peluhnya mulai membasahi kulitnya, tanda bahwa ia sudah mencapai puncak kelezatan yang begitu dalam.
Lalu ia memulai merasakan denyutan yang semakin kuat di bawah sana, sinyal bahwa klimaks akan segera tiba. Mukanya menunjukkan campuran antara rasa sakit dan bahagia.
Akhirnya puncak ia mengeluarkan desahan panjang penuh kenikmatan. Seluruh tubuhnya berguncang, merasakan gelombang kenikmatan yang tidak tertahankan.
Setelah merasakan puncak kelezatan itu, dia kembali ke posisi semula, tetapi dengan senyum tipis di bibirnya, menandakan bahwa dia telah puas.
Rambutnya sedikit berantakan, menambah kesan nakal pada penampilannya yang semula elegan. Namun ia tidak peduli, hatinya telah lega dan terpuaskan.
Ia melihat langit-langit kamar dengan pandangan kosong, tetapi senyum tetap terukir di bibirnya. Pikirannya melayang, menikmati setiap detik kelezatan yang baru saja ia rasakan.
Tiada ada penyesalan dalam dirinya, hanya perasaan puas dan legowo yang menyelimuti hatinya. Ini adalah momen pribadi nya, rahasia kecil yang tidak akan pernah terungkap.
Dia beranjak dari tempat tidurnya, membereskan pakaiannya yang sedikit acakan. Sebuah senyum masih terukir di wajahnya, menggambarkan kebahagiaan dalam diam.
Pelita ruangan masih terang, menyinari tubuh dan wajah cantiknya. Tangan mengelus bibirnya dengan halus, teringat akan rasa manis yang baru saja ia rasakan.
Senyum misterius terlukis di wajahnya, seolah menyimpan ribuan rahasia dalam dirinya. Mungkin ini akan menjadi kebiasaan barunya untuk memuaskan diri sendiri.
Ia melihat tangannya yang tadi bermain dengan tubuhnya, tersenyum kecil. Sebuah momen privasi yang penuh gairah dan kepuasan, tersembunyi di balik jilbab dan kesantunan. 